Kamis, 12 April 2012

contoh Skripsi bab I


PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA DAN MOTIVASI BELAJAR
SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA BIDANG STUDI
AKUNTANSI PADA SISWA KELAS X SMA N 1 PECANGAAN
KABUPATEN JEPARA TAHUN AJARAN 2007 / 2008



BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Peningkatan mutu pendidikan bagi bangsa Indonesia merupakan
masalah yang selalu mendapat perhatian yang mutlak bagi pelaksanaan
pembangunan masyarakat suatu negara. Pembangunan bangsa Indonesia
yang berorientasi pada pembangunan masyarakat Indonesia seutuhnya,
menjadikan pembangunan bidang pendidikan menempati posisi yang sangat
penting.
Dalam hal ini pendidikan tidak hanya dapat dilakukan di lingkungan
sekolah yang sekaligus merupakan lembaga pendidikan formal, tetapi
pendidikan juga dapat dilakukan di lingkungan keluarga. Pendidikan dalam
keluarga merupakan basis pendidikan yang pertama dan utama. Situasi
keluarga yang harmonis dan bahagia akan melahirkan anak atau generasigenerasi
penerus yang baik dan bertanggung jawab. Peran orang tua yang
seharusnya adalah sebagai orang pertama dalam meletakkan dasar-dasar
pendidikan terhadap anak-anaknya. Orang tua juga harus bisa menciptakan
situasi pengaruh perhatian orang tua dengan menanamkan norma-norma
untuk di kembangkan dengan penuh keserasian, sehingga tercipta iklim atau
suasana keakraban antara orang tua dan anak.
Menurut Syaiful Bahri Djamarah, (2002:48), “Mendidik berarti
membimbing dan mengarahkan serta memperhatikan anak kepada
kedewasaannya, dewasa secara etis, psikologi dan sosial.” Dengan demikian,
sebenarnya anak bisa mengembangkan kemampuan mereka karena adanya
perhatian yang diberikan oleh orang tua. Tetapi menurut Bur dalam media
Republika, (2006), “Pada kenyataannya orang tua tidak selalu bisa
memberikan perhatian yang sepenuhnya terhadap putra-putrinya karena
mereka disibukkan dengan kepentingan kerja maupun kepentingan yang
lain,”
Selain itu, latar belakang orang tua siswa kelas X SMA Negeri 1
Pecangaan akan mempengaruhi bentuk perhatian dan cara mendidik orang
tua yang diterapkan pada anaknya. Ada orang tua yang dalam mendidik anak
lebih bersikap memberi kebebasan pada anaknya untuk berprilaku dan
berpendapat. Sebaliknya ada orang tua yang lebih bersikap mengatur dan
memaksa anaknya untuk bersikap dan bertingkah laku sesuai dengan
keinginan orang tua. Dan ada orang tua yang dalam mendidik anak lebih
bersikap demokratis yaitu memberi kebebasan pada anak untuk bersikap dan
berprilaku tetapi kebebasan tersebut dibatasi dengan adanya pengendalian
dari orang tua.
Tapi pada kenyataannya belum tentu dengan sikap terbuka maupun
demokratis, anak bisa mendapat prestasi yang baik. Karena ada anak dengan
perhatian yang bersifat terbuka prestasinya jelek. Sebaliknya dengan
perhatian tertutup dan bebas ada anak yang bisa mencapai prestasi yang baik.
Di samping itu, motivasi belajar belajar juga harus dimiliki anak didik
untuk meningkatkan prestasi belajar mereka yang diwujudkan di lingkungan
sekolah. Menurut Pidarta, (2004:56) bahwa, “Pendidikan sekolah bukan
hanya bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan tetapi bertujuan untuk
meningkatkan ketrampilan dan kreativitas”. Untuk itu dengan adanya
motivasi, selain untuk meningkatkan prestasi belajar, diharapkan juga
meningkatkan ketrampilan dan kreativitas anak didik karena fungsi motivasi
itu sendiri adalah sebagai pendorong, penggerak dan pengarah perbuatan
belajar.
Menurut Emi Rahmawati salah satu guru bidang studi Akuntansi
menyatakan bahwa,”masih banyak anak yang belum mempunyai motivasi
untuk belajar, misalnya sering menyontek saat di adakan latihan evaluasi,
masih banyak anak yang tidak mengerjakan tugas di kelas maupun PR dan
masih banyak anak yang tidak belajar saat di rumah.” Sehingga dengan
kurangnya motivasi yang dimiliki siswa, maka prestasi yang diraih siswa
masih belum maksimal terutama dalam bidang studi Akuntansi yaitu nilai
rata-rata yang baru dicapai adalah 67 sedangkan SMA lain yang berada
dalam kota yang sama dapat mencapai nilai rata-rata 73.
Atas dasar tersebut maka penulis ingin mengetahui dan mengaitkan
permasalahan tersebut dengan perhatian orang tua dan motivasi belajar siswa.
Apakah perhatian orang tua dan motivasi belajar siswa akan mempengaruhi
prestasi belajar siswa. Berdasarkan asumsi di atas maka penulis dalam
penelitian ini menentukan kajian dalam judul : “PENGARUH
PERHATIAN ORANG TUA DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA BIDANG STUDI
AKUNTANSI PADA SISWA KELAS X SMA N 1 PECANGAAN
KABUPATEN JEPARA TAHUN AJARAN 2007/2008”.

B. Perumusan Masalah
Berdasar latar belakang diatas, maka dalam penelitian ini
dikemukakan perumusan masalah:
1. Adakah pengaruh perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa
bidang studi Akuntansi?
2. Adakah pengaruh motivasi terhadap prestasi belajar siswa bidang studi
Akuntansi?
3. Adakah pengaruh perhatian orang tua dan motivasi belajar terhadap
prestasi belajar bidang studi Akuntansi?

C. Pembatasan Masalah
Untuk mempermudah masalah yang akan dibahas dan mempermudah
dalam pengumpulan data, maka perlu adanya pembatasan masalah.
Adapun pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Peneliti hanya meneliti siswa kelas X SMA Negeri 1 Pecangaan
Kabupaten Jepara tahun ajaran 2007/2008 pada bidang studi Akuntansi.
2. Peneliti hanya membatasi tentang masalah yang berkaitan dengan
perhatian orang tua terhadap putra-putri mereka dalam belajar, motivasi
belajar dalam diri siswa dan prestasi siswa dalam bidang studi Akuntansi
pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara.

D. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan titik pijak untuk merealisasikan pesan
yang akan dilaksanakan, sehingga perlu dirumuskan secara jelas. Dalam
penelitian inipun perlu adanya tujuan yang berfungsi sebagai acuan pokok
terhadap masalah yang akan diteliti, sehingga peneliti dapat bekerja secara
terarah dalam mencari data sampai pada tingkat pemecahannya.
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengaruh perhatian orang tua terhadap prestasi dalam
bidang studi Akuntansi.
2. Untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi
bidang studi Akuntansi.
3. Untuk mengetahui pengaruh perhatian orang tua dan motivasi belajar
yang di miliki tiap siswa terhadap prestasi belajar bidang studi Akuntansi
siswa kelas X SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara.

E. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
1. Manfaat Teoritis
a. Sebagai bahan referensi yang dapat digunakan untuk memperoleh
gambaran memgenai pengaruh perhatian orang tua dan motivasi
belajar siswa terhadap prestasi belajar Akuntansi khususnya siswa
kelas X SMA Negeri 1 Pecangaan kabupaten Jepara.
b. Sebagai bahan pertimbangan bagi peneliti yang relevan dimasa yang
akan datang.
2. Manfaat Praktis
a. Agar orang tua dapat menerapkan perhatian yang tepat pada
anaknya.
b. Memberi gambaran yang jelas tentang perhatian orang tua dan
motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.
F. Sistematika Skripsi

BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini diuraikan tentang latar belakang masalah,
perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan penelitian,
manfaat penelitian dan sistematika skripsi.
BAB II LANDASAN TEORI
Pada bab ini diuraikan teori yang relevan tentang karakteristik
perhatian orang tua, motivasi belajar, prestasi belajar siswa,
kerangka pemikiran dan hipotesis.
BAB III METODE PENELITIAN
Dalam bab ini diuraikan tentang metode penelitian, penentuan
obyek penelitian yang terdiri atas populasi, sample, sampling,
metode pengumpulan data, instrument penelitian, uji instrument
dan tehnik analisis data.
BAB IV HASIL PENELITIAN
Dalam bab ini diuraikan tentang latar belakang sekolah, visi dan
misi sekolah, penyajian data, dan pengujian hipotesis.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam bab ini berupa kesimpulan dan saran-saran.


Kamis, 15 September 2011

uops..ternyata ada bakteri berbahaya di seragam Dokter dkk

Menurut sebuah studi terbaru, jas putih dan jubah yang sering digunakan dokter, perawat dan staf rumah sakit kemungkinan terkontaminasi bakteri berbahaya.
Peneliti di Israel yang melakukan pemeriksaan terhadap pakaian seragam yang dikenakan oleh dokter dan perawat menemukan hampir 60% dari seragam tersebut mengandung bakteri berbahaya. Pemeriksaan dilakukan terhadap ujung lengan baju, kantong dan bagian perut seragam kerja dari 75 orang perawat dan 60 orang dokter.
Bakteri yang berpotensi membahayakan di temukan pada 60% seragam dokter dan 65% seragam perawat. Bakteri yang resisten terhadap antibiotika ditemukan pada 21 sampel seragam perawat dan 6 sampel seragam dokter. Delapan sampel seragam terkontaminasi bakteri methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), yang sangat sulit dibasmi dengan antibiotika terkini.
Bakteri yang terdapat pada seragam petugas kesehatan memang tidak secara langsung berhubungan dengan penularan penyakit namun temuan ini kembali mengingatkan akan makin banyaknya bakteri yang resisten terhadap antibiotika di kalangan pasien rumah sakit.
Setiap pakaian yang dikenakan petugas kesehatan memang akan terkontaminasi mikroorganisme sehingga segala tindakan preventif perlu dilakukan untuk mencegah mikroogranisme ini hinggap di tubuh pasien yang sedang dirawat.
Penelitian ini dipublikasikan pada the American Journal of Infection Control edisi bulan September.

wah buat semua anggota medis sering2 ganti baju and cuci tanggan coz  Qta yg berperang langsung terhadap pasien yg positif akan penyakit...hmmm...

what is Hemoglobin ?? . . .

Hemoglobin adalah molekul protein pada sel darah merah yang berfungsi sebagai media transport oksigen dari paru paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa karbondioksida dari jaringan tubuh ke paru paru. Kandungan zat besi yang terdapat dalam hemoglobin membuat darah berwarna merah.
Bagaimana cara mengukur hemoglobin?
Saat ini pengukuran kadar hemoglobin dalam darah sudah menggunakan mesin otomatis. Selain mengukur hemoglobin, mesin ini juga dapat mengukur beberapa komponen darah yang lain.
Mesin pengukur akan memecah hemoglobin menjadi sebuah larutan. Hemoglobin dalam larutan ini kemudian dipisahkan dari zat lain dengan menggunakan zat kimia yang bernama sianida. Selanjutnya dengan penyinaran khusus, kadar hemoglobin diukur berdasarkan nilai sinar yang berhasil diserap oleh hemoglobin.
Kadar normal hemoglobin
Kadar hemoglobin menggunakan satuan gram/dl. Yang artinya banyaknya gram hemoglobin dalam 100 mililiter darah.
Nilai normal hemoglobin tergantung dari umur pasin :
  • Bayi baru lahir : 17-22 gram/dl
  • Umur 1 minggu : 15-20 gram/dl
  • Umur 1 bulan : 11-15 gram/dl
  • Anak anak : 11-13 gram/dl
  • Lelaki dewasa : 14-18 gram/dl
  • Perempuan dewasa : 12-16 gram/dl
  • Lelaki tua : 12.4-14.9 gram/dl
  • Perempuan tua : 11.7-13.8 gram/dl
Nilai diatas dapat berbeda pada masing masing laboratorium namun tidak akan terlalu jauh dari nilai diatas. Ada pula laboratorium yang tidak membedakan antara lelaki atau perempuan dewasa dengan lelaki atau perempuan tua.
Apa artinya bila kadar hemoglobin rendah?
Kadar hemoglobin dalam darah yang rendah dikenal dengan istilah anemia. Ada banyak penyebab anemia diantaranya yang paling sering adalah perdarahan, kurang gizi, gangguan sumsum tulang, pengobatan kemoterapi dan abnormalitas hemoglobin bawaan.
Apa artinya bila kadar hemoglobin tinggi?
Kadar hemoglobin yang tinggi dapat dijumpai pada orang yang tinggal di daerah dataran tinggi dan perokok. Beberapa penyakit seperti radang paru paru, tumor  dan gangguan sumsum tulang juga bisa meningkatkan kadar hemoglobin.

Leukosit


Sel darah putih, leukosit (:white blood cell, WBC, leukocyte) adalah sel yang membentuk komponen darah. Sel darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sel darah putih tidak berwarna, memiliki inti, dapat bergerak secara amoebeid, dan dapat menembus dinding kapiler / diapedesis. Dalam keadaan normalnya terkandung 4x109 hingga 11x109 sel darah putih di dalam seliter darah manusia dewasa yang sehat - sekitar 7000-25000 sel per tetes.Dalam setiap milimeter kubil darah terdapat 6000 sampai 10000(rata-rata 8000) sel darah putih .Dalam kasus leukemia, jumlahnya dapat meningkat hingga 50000 sel per tetes.
Di dalam tubuh, leukosit tidak berasosiasi secara ketat dengan organ atau jaringan tertentu, mereka bekerja secara independen seperti organisme sel tunggal. Leukosit mampu bergerak secara bebas dan berinteraksi dan menangkap serpihan seluler, partikel asing, atau mikroorganisme penyusup. Selain itu, leukosit tidak bisa membelah diri atau bereproduksi dengan cara mereka sendiri, melainkan mereka adalah produk dari sel punca hematopoietic pluripotent yang ada pada sumsum tulang.
Leukosit turunan meliputi: sel NK, sel biang, eosinofil, basofil, dan fagosit termasuk makrofaga, neutrofil, dan sel dendritik.


Fungsi sel Darah putih


Granulosit dan Monosit mempunyai peranan penting dalam perlindungan badan terhadap mikroorganisme. dengan kemampuannya sebagai fagosit (fago- memakan), mereka memakan bakteria hidup yang masuk ke sistem peredaran darah. melalui mikroskop adakalanya dapat dijumpai sebanyak 10-20 mikroorganisme tertelan oleh sebutir granulosit. pada waktu menjalankan fungsi ini mereka disebut fagosit. dengan kekuatan gerakan amuboidnya ia dapat bergerak bebas didalam dan dapat keluar pembuluh darah dan berjalan mengitari seluruh bagian tubuh. dengan cara ini ia dapat:

Mengepung daerah yang terkena infeksi atau cidera, menangkap organisme hidup dan menghancurkannya,menyingkirkan bahan lain seperti kotoran-kotoran, serpihan-serpihan dan lainnya, dengan cara yang sama, dan sebagai granulosit memiliki enzim yang dapat memecah protein, yang memungkinkan merusak jaringan hidup, menghancurkan dan membuangnya. dengan cara ini jaringan yang sakit atau terluka dapat dibuang dan penyembuhannya dimungkinkan

Sebagai hasil kerja fagositik dari sel darah putih, peradangan dapat dihentikan sama sekali. Bila kegiatannya tidak berhasil dengan sempurna, maka dapat terbentuk nanah. Nanah beisi "jenazah" dari kawan dan lawan - fagosit yang terbunuh dalam kinerjanya disebut sel nanah. demikian juga terdapat banyak kuman yang mati dalam nanah itu dan ditambah lagi dengan sejumlah besar jaringan yang sudah mencair. dan sel nanah tersebut akan disingkirkan oleh granulosit yang sehat yang bekerja sebagai fagosit.

Jenis

Ada beberapa jenis sel darah putih yang disebut granulosit atau sel polimorfonuklear yaitu:


dan dua jenis yang lain tanpa granula dalam sitoplasma:


Tipe
Gambar
Diagram
% dalam tubuh manusia
Keterangan
PBNeutrophil.jpg
Neutrophil.png
65%
Neutrofil berhubungan dengan pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri serta proses peradangan kecil lainnya, serta biasanya juga yang memberikan tanggapan pertama terhadap infeksi bakteri; aktivitas dan matinya neutrofil dalam jumlah yang banyak menyebabkan adanya nanah.
Eosinophil.jpg
Eosinophil2.png
4%
Eosinofil terutama berhubungan dengan infeksi parasit, dengan demikian meningkatnya eosinofil menandakan banyaknya parasit.
PBBasophil.jpg
Basophil.png
<1%
Basofil terutama bertanggung jawab untuk memberi reaksi alergi dan antigen dengan jalan mengeluarkan histamin kimia yang menyebabkan peradangan.
Lymphocyte2.jpg
Lymphocyte.png
25%
Limfosit lebih umum dalam sistem limfa. Darah mempunyai tiga jenis limfosit:
  • Sel B: Sel B membuat antibodi yang mengikat patogen lalu menghancurkannya. (Sel B tidak hanya membuat antibodi yang dapat mengikat patogen, tapi setelah adanya serangan, beberapa sel B akan mempertahankan kemampuannya dalam menghasilkan antibodi sebagai layanan sistem 'memori'.)
  • Sel T: CD4+ (pembantu) Sel T mengkoordinir tanggapan ketahanan (yang bertahan dalam infeksi HIV) sarta penting untuk menahan bakteri intraseluler. CD8+ (sitotoksik) dapat membunuh sel yang terinfeksi virus.
  • Sel natural killer: Sel pembunuh alami (natural killer, NK) dapat membunuh sel tubuh yang tidak menunjukkan sinyal bahwa dia tidak boleh dibunuh karena telah terinfeksi virus atau telah menjadi kanker.

Monocyte.png
6%
Monosit membagi fungsi "pembersih vakum" (fagositosis) dari neutrofil, tetapi lebih jauh dia hidup dengan tugas tambahan: memberikan potongan patogen kepada sel T sehingga patogen tersebut dapat dihafal dan dibunuh, atau dapat membuat tanggapan antibodi untuk menjaga.
Macrophage.jpg
Macrophage.png
(lihat di atas)
Monosit dikenal juga sebagai makrofag setelah dia meninggalkan aliran darah serta masuk ke dalam jaringan.

Rabu, 14 September 2011

Pengertian Timbal



Timbal  atau  dikenal  sebagai  logam  Pb  dalam  susunan  unsure  merupakan  logam  berat  yang  terdapat  secara  alami  di  dalam  kerak  bumi  dan  tersebar  ke alam  dalam  jumlah  kecil  melalui  proses alami.  Apabila  timbal  terhirup atau  tertelan  oleh  manusia  dan di  dalam tubuh,  ia akan beredar  mengikuti  aliran  darah,  diserap  kembali  di  dalam ginjal  dan  otak,  dan disimpan di dalam tulang dan gigi.
Manusia menyerap  timbal  melalui  udara,  debu, air  dan  makanan. Salah  satu  penyebab  kehadiran  timbale  adalah  pencemaran  udara.  Yaitu  akibat  kegiatan  transportasi  darat  yang  menghasilkan  bahan  pencemar  seperti gas CO3,  NOx,  hidrokarbon,  SO2,dan  tetraethyl lead,  yang  merupakan  bahan  logam  timah  hitam (timbal)  yang ditambahkan  ke  dalam  bahan  bakar  berkualitas  rendah  untuk  menurunkan  nilai oktan.